Selamat Datang
Selasa, 24 Maret 2020 | Profile | Administrator

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,


Segala puji bagi Alloh SWT yang telah memberikan kita berbagai ni’mat  terutama ni’mat Iman-Islam sebagai ni’mat terbesar dalam hidup dan kehidupan ini atas hidayah dan taufiq-Nya.

Sholawat serta salam semoga Alloh SWT limpahkan tanpa henti kepada kekasih-Nya baginda nabi besar Muhammad SAW beserta kepada keluarga, para shohabat dan kepada kita selaku ummatnya. Semoga kita mendapatkan syafa’atnya kelak di akhirat pada yaumil hisab.

Banyak ahli mengatakan dan memang kitapun menyaksikan lompatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang konon sudah hampir sampai kepada puncaknya peradaban manusia.  Sebagai muslim tentu saja kita turut berbahagia dan ikut menikmati kemajuan peradaban ini bahkan seharunya ummat Islam pun tidak boleh ketinggalan untuk berkontribusi di dalamnya. Walau faktanya,  kemajuan peradaban ini secara umum dimotori dan distribusikan oleh golongan non muslim.


Tidak ada masalah oleh siapapun kemajuan peradaban ini  diusung, terpenting bisa memberikan manfaat dalam kehidupan manusia secara keseluruhan termasuk manfaat untuk lingkungan dimana manusia tinggal.

Persoalan kemudian muncul bagi Ummat Islam bahwa ni’mat terbesar bagi Ummat Islam bukanlah kemajuan peradaban, sehebat apapun majunya. Ni’mat terbesar bagi Ummat Islam adalah ni’mat Iman dan Islam karena inilah TIKET  mendapatkan surga Alloh kelak di alam akhirat. Hanya mu’min-muslimlah yang mendapatkan bekal pokok tiket masuk surga bersama ketaqwaan-nya. Ini pasti!

Ummat Islam bertaqwa di duniapun pasti berbahagia karena hidupnya dalam petunjuk serta bimbingan sang maha pencipta Alloh SWT. Bahagia itu ada dalam kemuliaan hati bukan pada gelimang harta atau pada tingginya pangkat-jabatan. Oleh karena itulah, sangat banyak orang bergelimang harta-berjabatan tinggi  tanpa keimanan-keislaman-ketaqwaan malah berakhir dalam kesengsaraan jiwa-keputusasaan hidup dan kenistaan harga diri.  


Kejar kemajuan Ilmu-Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang menghasilkan kemajuan peradaban, namun bagi Ummat Islam jangan sekali-kali lupa untuk terus berusaha meningkatkan keimanan-ketaqwaan kepada Alloh SWT sehingga kemajuan peradaban berkembang seimbang dengan semakin menguatnya keimanan-ketaqwaan. Inilah tugas mulia Ummat Islam yang bertujuan menggapai ridho Alloh SWT di dunia-akhirat.

Alhamdulillah,  atas idzin Alloh SWT kaderisasi Ummat untuk generasi penerus semakin hari semakin berkembang melalui berbagai media pembelajaran Islam, kkhususnya melalui lembaga pendidikan Islam Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di republik ini warisan para jumhur ulama Indonesia terdahulu.

Bukan hanya dalam jumlahnya, sekarang ini Pondok Pesantren juga sudah berkembang lebih maju dalam keragaman materi pembelajarannya di bidang IPTEK tanpa terputus dari akarnya membina akhlaq serta mempelajari dan mendalami pengetahuan agama Islam dengan berbasis lingkungan asrama yang berdisiplin.

Dengan demikian kaderisasi ummat yang dimulai dengan pendidikan putra-putri usia belajar dari keluarga muslim sudah tidak harus ragu lagi untuk dibina di lembaga-lembaga pendidikan Islam pondok pesantren, khususnya untuk para anak didik usia golden age tingkat dasar-menengah  sebelum masuk ke jenjang pendidikan tinggi atau hidup di tengah masyarakat.


Apalagi belakangan ini, hiruk-pikuk lingkungan kaula-muda bahkan sampai ke usia anak-anak sudah banyak menghawatirkan para orangtua. Celakanya, pada saat yang sama kita sbagai orangtua harus mengalah atas kemauan anak-anaknya karena kasih sayang yang salah kaprah.  Sangat banyak orangtua yang sudah mengeluh dalam mengawasi dan mendidik anak-anaknya. Namun kita sebagai orangtua sekarang kadang juga aneh, sudah tahu banyak madaratnya bagi anak, malah orangtua juga yang memfasilitasinya.


Sebenarnya tidak salah juga jika memilihkan pendidikan bagi anak dengan mempertimbangkan masa depan anak yang selalu dikaitkan dengan harapan-harapan ke-ekonomian (rizki).  Namun fakta kehidupan sering menampilkan hal berbeda. Sangat banyak kita saksikan ketidak-linieran  antara ilmu hasil pendidikan dengan kenyataan ke-ekonomian. Ada hanya lulusan SD hidup berkecukupan, malah lulusan pendidikan tinggi berkekurangan bahkan bisa jadi pengangguran. Dalam hal ini saya hanya ingin menggaris- bawahi jangan sampai “maksud hati memeluk gunung, apa daya gunung meletus”. Ketika anak mencari ilmu, janganlah terlalu yakin untuk dibebani masa depannya dalam kaitan ke-ekonimian seperti untuk menjadi “pegawai” atau lainnya. Niatkanlah oleh anak dan orangtuanya bahwa keharusan mencari ilmu adalah ketaatan mengamalkan kewajiban agama (Islam) atas perintah Alloh dan Rosul-Nya. Adapun kelak anak akan menjadi apa, biarlah air mengalir, boleh direncankan namun tidak boleh jadi keniscayaan, semoga saja justru Alloh SWT telah menetapkan yang terbaik.


Lembaga pendidikan Pondok Pesantren bagi Ummat Islam memang layak menjadi pilihan tempat anak belajar. Di pesantren, anak berada di lingkungan asrama yang terbatas bergaul hanya dengan sesama santri/siswa dan para gurunya. Anak-anak dibimbing hidup tertib dengan kegiatan dan jadwal yang sudah diatur sebagaimana mestinya dan sebagaimana layaknya hidup tertib tanpa ada kegiatan yang aneh-aneh.

Sesuai kedudukan dan tugasnya, sehari-hari para santri dibimbing mengaji, beribadah, belajar, dan melakukan kegiataan-kegiatan positif lainnya  seperti olahraga, keterampilan/koputerisasi, kepramukaan, praktikum percakapan bahasa asing, dll. Semuanya ini bisa dilakukan karena para santri selama 24 jam bertempat dalam satu komplek berasrama.


Tentu saja, masyarakat Ummat Islam tinggal memilih mau di pesantren mana anaknya ditempatkan. Insya Alloh, pada dasarnya semua pesantren sama, kalaupun ada perbedaan satu sama lain, maka perbedaan itu hanyalah perbedaan racikan berdasarkan pendekatan sistematika, metodologi dan materinya masing-masing. Walau demikian, hendaknya tetap berhati-hati bila mendapatkan pesantren yang menampikan perbedaan mendasar dalam hal aqidah non ahli sunnah wal-jama’ah.

Semoga Alloh SWT memberikan petunjuk dan membimbing ke jalan yang diridhoi-Nya untuk mencapai ridho-Nya. Selamat belajar di pesantren.      

Terakhir diperbarui Sabtu, 22 Juni 2024